Pages

If there's no orange in the sky, i do try enjoying grey: I am a delusion angel.

20.6.12

Pantulan jendela

Sebuah perpisahan bertemu dengan jendela. Hamparan kehidupan di luar sana seolah menjadi hantaman pada fakta bahwa.. Di sini begitu sunyi dan hampa.

Satu persatu apa yang melekat, terpaksa pergi, atau memaksa pergi, atau memang harus pergi. Menarik perih dan berbekas.

Saya tertawa sebelum memasuki ruang hampa ini. Setelah amarah yang terburai. Meninggalkan penyesalan. Setelah semuanya meledak dalam waktu sekejap, timbul keletihan. Kadang ada saatnya dimana kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali, diam. Dan saya, di sini, hanya bisa menyeka air mata. Memandangi diri dalam pantulan kaca jendela.

Dan begitulah, pada akhirnya saya selalu menyukai jendela disudut mana pun. Yang selalu mengingatkan saya, bahwa setiap manusia dipisahkan pada masing-masing dimensi 'fase' yang berbeda. Yang akan hadir pada lamunannya seorang diri, pada pantulan di jendela. Bahwa hidup itu sendiri, entah saat jatuh dan bangkit.

*on my own way to destiny

No comments:

Post a Comment