Pages

If there's no orange in the sky, i do try enjoying grey: I am a delusion angel.

21.4.11

Polemik Sarjana Teknik Lingkungan: Hanya Jagoan Neon?

Sebelumnya, selamat hari bumi untuk bumi dan manusia penghuni bumi juga penghuni lain alam raya yang terus bergerak. Anggaplah hari ini sebagai reminder buat kita bahwa, bumi ini bukan sekedar tempat kita menggerus segala kekayaannya dan terus meminta. Namun lebih dari itu. Dimana kita juga bisa melakukan banyak hal yang baik padanya.

Diantara penghuni bumi, ada segelintir sarjana Teknik Lingkungan. Ya, salah satunya saya. Kami belajar tidak banyak pada ideologi memang, lebih kepada cara. Bagaimana melakukan rancangan, pengelolaan, pengolahan, bangunan berkepanjangan, membuat limbah menjadi 'jinak' dan sebagainya.

Dewasa ini kita semakin sadar kondisi bumi semakin mengancam. Tidak terkecuali di dunia industri. Di dalam perusahaan yang bagus, pasti ditemukan divisi Lingkungan dan K3. Dan disitulah kami berdiri. Bagaimana kami ikut bertanggung jawab agar keseluruhan proses produksi berjalan dengan baik dan aman bagi perusahaan, pekerja dan dampak-dampak yang dihasilkan tetap 'ramah' lingkungan. Namun pertanyaannya, apakah kami benar-benar berjuang di sana?

Ini menjadi polemik. Ketika 'orang lingkungan' dalam sebuah perusahaan dijadikan tameng seolah-oleh perusahaan tersebut sudah 'ramah lingkungan' dan tidak mengabaikan dampak-dampak lingkungan yang bisa terjadi. Padahal kenyataannya?

Atau bisa juga, 'orang lingkungan' tidak benar-benar maksimal dalam 'memperjuangkan lingkungan' lewat perusahaannya tersebut. Karena satu, dua dan banyak hal. Bagaimana menurut anda dengan seorang engineer lingkungan di perusahaan yang jelas-jelas merusak alam?

Terkadang, seolah-olah kami seperti.. seorang jagoan neon. Kami berdiri untuk mengatasi hal-hal yang bisa merusak lingkungan namun di sebuah perusahaan yang menggerus alam tanpa ampun. Kami disuruh maju dan bergombal-gombal ria ketika aksi protes ditujukan kepada perusahaan kami.

Namun, tidak sedikit juga perusahaan yang benar-benar patuh dan peduli pada lingkungan. Perusahaan yang bertanggung jawab dari awal hingga akhir produksi. Dan berbahagialah di sana, wahai para environmental engineer.

Ini sedikit polemik bagi beberapa environmental engineer. Namun saya yakin, teman-teman saya selalu berdiri untuk memperjuangkan kebaikan lingkungan ditengah-tengah segala keterbatasannya.

Dan tanggung jawab kita kepada bumi, bukan hanya pada golongan tertentu, tetapi pada kita semua yang merupakan penghuni bumi.

3 comments:

  1. dan tanggung jawab kita terhadap bumi. . .

    ReplyDelete
  2. Anonymous5:57 AM

    belum lagi segelintir orang yang sudah minoritas itu, karena faktor materi, karir dan keadaan lebih memilih menjadi bankir, journalist atau designer =))

    ReplyDelete
  3. Anonymous3:07 AM

    wehehehe kayanya pengalaman pribadi mona nih...

    ReplyDelete