Deretan angka dan huruf pelan-pelan menjadi buram. Berbayang.
Padahal aku belum bergerak sedikit pun.
Slayer merah yang tergeletak berantakan itu, sedikit basah.
Padahal aku masih tetap di sini.
Lagu-lagu yang tadinya terdengar keras, semakin samar. Lalu hilang.
Padahal aku belum kemana-mana.
Bumi yang tadinya tenang, seperti mengaduk-aduk.
Kemudian, aku tidak sadarkan diri.
19.3.11
16.2.11
Me not Petter
Thank God.
I am still growing up.
I realize that i could never be like Peter pan.
Wendy even went home.
But i know, i still love Neverland.
And I'll always visit there.
I am still growing up.
I realize that i could never be like Peter pan.
Wendy even went home.
But i know, i still love Neverland.
And I'll always visit there.
18.1.11
Potongan Cerita yang Lenyap
Aku kumpulkan sepotong demi sepotong cerita setiap malam
Namun aku lihat mereka masih tergeletak tidak tersentuh
Suatu hari, kamu bertanya, "Mana potongan-potongan yang kamu bilang itu?"
Saat itu aku hanya mendengar kata "Sudah hilang" dari bibir ku yang gemetar.
Mungkin mereka sudah terbuang sia-sia dimakan penantian, kelelahan, kebosanan, kesakitan dan akhirnya hilang. Lenyap dengan kecewa.
Maka jangan kamu tanya "kenapa"
Namun, apakah kamu sadar?
Namun aku lihat mereka masih tergeletak tidak tersentuh
Suatu hari, kamu bertanya, "Mana potongan-potongan yang kamu bilang itu?"
Saat itu aku hanya mendengar kata "Sudah hilang" dari bibir ku yang gemetar.
Mungkin mereka sudah terbuang sia-sia dimakan penantian, kelelahan, kebosanan, kesakitan dan akhirnya hilang. Lenyap dengan kecewa.
Maka jangan kamu tanya "kenapa"
Namun, apakah kamu sadar?
Mary Jane, Penunggu Senja
Hai, perkenalkan..nama saya Mary Jane. Panggil saya MJ.
Pekerjaan saya akan membuat kalian semua iri. Saya adalah penunggu senja.
Ya, saya menunggu kehadiran senja setiap sore, berbincang dengannya.
Kamu pasti heran kenapa saya tidak bosan.
Sebenarnya, ada peri-peri cantik yang tidak pernah bosan menaburkan serbuk-serbuknya (oh ini lah serbuk kebahagiaan), namun.. saya terlalu sayang pada mereka, maka kalian tidak dapat melihatnya. Terlebih lagi pada Peter Pan. Dia lah segala-galanya...Kita bahas dia nanti.
Baiklah, sebelum saya pindah ke kota yang bising ini, saya selalu menunggu senja di tepi laut. Ada debur ombak yang membuat jantung saya tak henti berdegup kencang saking gembiranya.
Atau, saya menuju bukit di pinggir kota. Ditemani semilir angin yang membelai saya dengan hati-hati. Dan saya pun selalu merentangkan tangan dengan hati-hati pula.
Dan di sini, saya selalu siap di sudut kedai kopi. Saya pastikan selalu ada jejak-jejak hujan yang menempel di jendela setelah hujan yang panas di tengah hari bolong. Dan disitulah saya duduk.. disitulah saya menunggu senja. Saya selalu gelisah menunggunya. Karena dia sepertinya tidak ingin saya terlalu jatuh cinta dengannya, dengan senja. Takdir senja adalah memberi harapan pada mereka yang menunggunya, setelah dia datang dia hilang dengan sekejap..bahkan tanpa sepatah kata-kata. Namun saya selalu sangat jatuh cinta padanya dan sekaligus selalu kehilangan dirinya.
Tepat sore ini, setelah kentang terakhir saya lahap dengan enggan, firasat saya mengatakan, sekarang waktunya dia datang seiring dengan habisnya kopi hitam yang sudah kedua kalinya saya pesan. Namun, hanya sedikit semburat jingga yang muncul. Mendung tidak kunjung pergi sejak hujan tadi siang.
Dan untuk kesekian kalinya... Saya kecewa. Saya pulang dengan hampa dan sepi.
*bersambung
Pekerjaan saya akan membuat kalian semua iri. Saya adalah penunggu senja.
Ya, saya menunggu kehadiran senja setiap sore, berbincang dengannya.
Kamu pasti heran kenapa saya tidak bosan.
Sebenarnya, ada peri-peri cantik yang tidak pernah bosan menaburkan serbuk-serbuknya (oh ini lah serbuk kebahagiaan), namun.. saya terlalu sayang pada mereka, maka kalian tidak dapat melihatnya. Terlebih lagi pada Peter Pan. Dia lah segala-galanya...Kita bahas dia nanti.
Baiklah, sebelum saya pindah ke kota yang bising ini, saya selalu menunggu senja di tepi laut. Ada debur ombak yang membuat jantung saya tak henti berdegup kencang saking gembiranya.
Atau, saya menuju bukit di pinggir kota. Ditemani semilir angin yang membelai saya dengan hati-hati. Dan saya pun selalu merentangkan tangan dengan hati-hati pula.
Dan di sini, saya selalu siap di sudut kedai kopi. Saya pastikan selalu ada jejak-jejak hujan yang menempel di jendela setelah hujan yang panas di tengah hari bolong. Dan disitulah saya duduk.. disitulah saya menunggu senja. Saya selalu gelisah menunggunya. Karena dia sepertinya tidak ingin saya terlalu jatuh cinta dengannya, dengan senja. Takdir senja adalah memberi harapan pada mereka yang menunggunya, setelah dia datang dia hilang dengan sekejap..bahkan tanpa sepatah kata-kata. Namun saya selalu sangat jatuh cinta padanya dan sekaligus selalu kehilangan dirinya.
Tepat sore ini, setelah kentang terakhir saya lahap dengan enggan, firasat saya mengatakan, sekarang waktunya dia datang seiring dengan habisnya kopi hitam yang sudah kedua kalinya saya pesan. Namun, hanya sedikit semburat jingga yang muncul. Mendung tidak kunjung pergi sejak hujan tadi siang.
Dan untuk kesekian kalinya... Saya kecewa. Saya pulang dengan hampa dan sepi.
*bersambung
2.12.10
Dialog dengan Tuhan
Sembahyang, bagaimana pun caranya kita bersembahyang,
adalah kita merasa lapang setelahnya.
Bukan sekedar melafalkan doa yang menyebutnya pun masih salah
atau melafalkan doa yang entah kita tidak tau apa makna nya
Dan bagaimana pun anda menyebutnya itu berdialog dengan Tuhan,
adalah ketika dimana itu semua bukan pekerjaan rutin yang menjadi monoton
Ketika Tuhan terasa begitu dekat,
Perasaan nyaman dan.. ikhlas.
Maka, saya ingin terus belajar untuk berdialog dengan-Mu Tuhan
setiap waktu karena saya tau Engkau memang tidak pernah kemana-mana
Maka, saya tidak ingin sekedar melakukan gerakan dan bacaan hafalan
namun..saya bahkan tidak tau apa yang sedang saya lakukan
Meminjam istilah Buddha,
saya ingin mencapai nirvana
adalah kita merasa lapang setelahnya.
Bukan sekedar melafalkan doa yang menyebutnya pun masih salah
atau melafalkan doa yang entah kita tidak tau apa makna nya
Dan bagaimana pun anda menyebutnya itu berdialog dengan Tuhan,
adalah ketika dimana itu semua bukan pekerjaan rutin yang menjadi monoton
Ketika Tuhan terasa begitu dekat,
Perasaan nyaman dan.. ikhlas.
Maka, saya ingin terus belajar untuk berdialog dengan-Mu Tuhan
setiap waktu karena saya tau Engkau memang tidak pernah kemana-mana
Maka, saya tidak ingin sekedar melakukan gerakan dan bacaan hafalan
namun..saya bahkan tidak tau apa yang sedang saya lakukan
Meminjam istilah Buddha,
saya ingin mencapai nirvana
Intuisi
Mungkin juga ini rindu yang semakin melesak-lesak tanpa bertemu.
Yang pasti kita sama-sama tau, kan?
Mungkin karena jarak, segalanya menjadi berbeda.
Apa yang aku titipkan pada angin tidak lagi utuh.
Apa yang aku bayangkan, tetap menjadi ilusi.
Tetapi kita sama-sama tau, kan?
Maka biarkan lah intuisi berkata
Karena Aku percaya intuisi hanya mengenal kejujuran
Maka aku belajar mengenal suaranya
Lalu mendengarnya bilang, "tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
Yang pasti kita sama-sama tau, kan?
Mungkin karena jarak, segalanya menjadi berbeda.
Apa yang aku titipkan pada angin tidak lagi utuh.
Apa yang aku bayangkan, tetap menjadi ilusi.
Tetapi kita sama-sama tau, kan?
Maka biarkan lah intuisi berkata
Karena Aku percaya intuisi hanya mengenal kejujuran
Maka aku belajar mengenal suaranya
Lalu mendengarnya bilang, "tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
17.11.10
Duduk Sejenak
Apakah kamu juga merasakan, waktu berjalan begitu cepat?
Ahh.. waktu kan relatif. Tidak ada yang bisa mengukur lambat atau cepat, bukan?
Semua tergantung bagaimana kita membuat itu lambat atau cepat.
Namun saya merasa, semua datang, terjadi, dan berlalu begitu saja. Cepat sekali. Makna menjelma bagai angin. Sulit tertangkap.
Saya merasa perlu duduk sejenak. Bernapas. Kontemplasi. Refleksi diri. Melihat ke sekeliling dan kembali berpikir memulai lagi semuanya.
Mencari hamparan rumput hijau luas dimana ada bunga matahari dan krisan. Merebahkan diri dan menikmati langit jingga. Menerka bisikan angin. Lalu memejamkan mata dan.. melupakan.
Pertanyaannya, harus berhenti dimana?
Ahh.. waktu kan relatif. Tidak ada yang bisa mengukur lambat atau cepat, bukan?
Semua tergantung bagaimana kita membuat itu lambat atau cepat.
Namun saya merasa, semua datang, terjadi, dan berlalu begitu saja. Cepat sekali. Makna menjelma bagai angin. Sulit tertangkap.
Saya merasa perlu duduk sejenak. Bernapas. Kontemplasi. Refleksi diri. Melihat ke sekeliling dan kembali berpikir memulai lagi semuanya.
Mencari hamparan rumput hijau luas dimana ada bunga matahari dan krisan. Merebahkan diri dan menikmati langit jingga. Menerka bisikan angin. Lalu memejamkan mata dan.. melupakan.
Pertanyaannya, harus berhenti dimana?
Why Worried..?
I should be worry when i feel 'i-can't-stand-losing-you'
Because there's nothing 'forever' in life, it's even you.
'Nothing forever' reminds us how to survive for losing anything and (even) anyone we love so much.
How to accept thing and how to let go.
Everything comes and goes on the best time. Believe it!
God is the best planner for you.
So, why worried?
Separation with the ones we love is definitive. But we seldom dare to think about it, why? Bcoz we cling to the idea of permanency (..Benny Handoko)
Why worried?
we all know, we learn by process. Enjoy everythings that happens in our life. Get the positivity by it.
But, don't ever afraid of fear. Don't afraid of deterioration.
We, You, just go. pass it smoothly and wisely.
God is always in ur heart.
Because there's nothing 'forever' in life, it's even you.
'Nothing forever' reminds us how to survive for losing anything and (even) anyone we love so much.
How to accept thing and how to let go.
Everything comes and goes on the best time. Believe it!
God is the best planner for you.
So, why worried?
Separation with the ones we love is definitive. But we seldom dare to think about it, why? Bcoz we cling to the idea of permanency (..Benny Handoko)
Why worried?
we all know, we learn by process. Enjoy everythings that happens in our life. Get the positivity by it.
But, don't ever afraid of fear. Don't afraid of deterioration.
We, You, just go. pass it smoothly and wisely.
God is always in ur heart.
Alone
Alone..
When i walk without my shadow and anyone.
When million questions no answered at all.
When i stand without any conversation.
Like a sorrow.
When i walk without my shadow and anyone.
When million questions no answered at all.
When i stand without any conversation.
Like a sorrow.
menunggu
Hari ini hanya ada satu makna kata yg aku tau:
menunggu.
Seperti setiap sore aku menunggu senja.
Entah dia datang atau tidak,
aku akan setia.
Merindu senja.
Yang selalu memberi ruang.
Segala bentuk.
Namun tidak menganggap ku gila walau aku mungkin memang gila.
Sore akan ku tangkap!
menunggu.
Seperti setiap sore aku menunggu senja.
Entah dia datang atau tidak,
aku akan setia.
Merindu senja.
Yang selalu memberi ruang.
Segala bentuk.
Namun tidak menganggap ku gila walau aku mungkin memang gila.
Sore akan ku tangkap!
Subscribe to:
Posts (Atom)