dulu saya percaya kebetulan adalah semacam pertanda, yang patut kita perhitungkan.
sekarang saya rasa, saya tidak perlu lagi percaya kebetulan.
karena semua adalah pilihan, kita yang menentukan
dengan sedikit campur tangan Tuhan..
lalu jadilah sebuah kejadian.
apakah jika kita bertemu itu hanyalah kebetulan?
saya rasa, itu adalah bagian dari skenario Tuhan..
pasti ada maksud dibalik ini semua.
dan sekarang saya masih akan terus mencari tau,
kenapa kita dipertemukan?
pastilah adanya, ini bukan kebetulan..
3.4.10
sore gading
sore ini aku dibawah naungan senja.
awan tidak gelap seperti kemarin,
namun terlalu kuning.
aku julurkan tangan seolah-olah menangkapnya
namun tentu saja sia-sia.
terus aku berjalan..
sampai dibalik siluet pohon,
aku mengintipnya.
yang aku rasakan sekarang,
aku tidak ingin peduli pada apapun.
dan aku ingin menyampaikan pada senja,
kenapa tidak bosan kau memberi harapan setiap sore pada orang-orang yang meratapimu?
awan tidak gelap seperti kemarin,
namun terlalu kuning.
aku julurkan tangan seolah-olah menangkapnya
namun tentu saja sia-sia.
terus aku berjalan..
sampai dibalik siluet pohon,
aku mengintipnya.
yang aku rasakan sekarang,
aku tidak ingin peduli pada apapun.
dan aku ingin menyampaikan pada senja,
kenapa tidak bosan kau memberi harapan setiap sore pada orang-orang yang meratapimu?
2.4.10
hari yang 'sempurna'
hari ini saya patah hati tiga kali
membodohi diri sekian kali
merasa naif setengah hari
mencuri-curi diam beberapa kali
dan akhirnya merenung di ujung hari.
disini sepi.
dan saya semakin benci.
membodohi diri sekian kali
merasa naif setengah hari
mencuri-curi diam beberapa kali
dan akhirnya merenung di ujung hari.
disini sepi.
dan saya semakin benci.
hanya untuk hari ini, bukan selamanya
aku membawa diri sesosok yang lain, dimana hari ini milik kita berdua.
meletakkan sisi sisi kehidupan kita sejenak.
kita, tidak bisa diganggu gugat hingga senja.
karena besok kita harus melupakan hari ini,
dan kembali.
Tuhan, bagaimana kami menyebut ini?
meletakkan sisi sisi kehidupan kita sejenak.
kita, tidak bisa diganggu gugat hingga senja.
karena besok kita harus melupakan hari ini,
dan kembali.
Tuhan, bagaimana kami menyebut ini?
apa lagi?
apa artinya kata kata jika tiada nyata.
apa salahnya prasangka jika memang nyata.
tiada asap jika tidak ada api, eh?
lebih baik aku pergi...
apa salahnya prasangka jika memang nyata.
tiada asap jika tidak ada api, eh?
lebih baik aku pergi...
belai lah aku angin..
sore tadi saya ada dihadapan senja
awan-awan terlihat sungguh gelap
saya ingin lari entah kemana
hanya satu tujuan,
dimana ada hamparan rumput yang luas.
saya ingin menjatuhkan diri ke sana
melupakan segalanya yang tidak saya mengerti
saya ingin memejamkan mata
jika masih ada angin yang tersisa.
belai lah aku angin...
aku belum mau membuka mata
bahkan untuk merasakan terpaan cahaya.
aku merasa semua yang kasat mata,
adalah palsu.
awan-awan terlihat sungguh gelap
saya ingin lari entah kemana
hanya satu tujuan,
dimana ada hamparan rumput yang luas.
saya ingin menjatuhkan diri ke sana
melupakan segalanya yang tidak saya mengerti
saya ingin memejamkan mata
jika masih ada angin yang tersisa.
belai lah aku angin...
aku belum mau membuka mata
bahkan untuk merasakan terpaan cahaya.
aku merasa semua yang kasat mata,
adalah palsu.
29.3.10
mesin waktu
tadi aku memutuskan menuju mesin waktu
dan berakhir pada momen yang menyenangkan
hal hal yang aku idamkan.....
dan euforia yang "kalau saja.."
jika saja aku lupa 'pulang'
mungkin aku akan bahagia
namun, bukan kah itu tidak nyata?
dan berakhir pada momen yang menyenangkan
hal hal yang aku idamkan.....
dan euforia yang "kalau saja.."
jika saja aku lupa 'pulang'
mungkin aku akan bahagia
namun, bukan kah itu tidak nyata?
28.3.10
4JJI
4JJI
betapa segala rasa adalah kuasaMU
segala waktu adalah milikMU
pertemuan & perpisahan adalah karenaMU
untuk tujuan hidupku
4JJI
betapa segala rasa adalah kuasaMU
segala waktu adalah milikMU
pertemuan & perpisahan adalah karenaMU
untuk tujuan hidupku
4JJI
semu
"…kadangkala awan gemawan begitu banyaknya. terapung di segala tempat seperti perahu kapas, menyembunyikan senja, sebuah peristiwa ketika matahari seperti bola yang melesak ke balik cakrawala, yang selalu mengingatkan manusia betapa keindahan yang sempurna hanyalah sesuatu yang semu saja, seperti kebahagiaan, yang lewat melintas dalam kenangan terbatas…"
(SGA)
(SGA)
27.3.10
jika memang sudah waktunya
saya adalah pecundang dalam menulis hahaha.. karena berteori memang menyenangkan. membuat kita mengangkat kepala.. entah beranjak atau tidak setelah itu.
"siapkan hati untuk yang pergi.. sediakan tempat untuk yang nanti datang dan sisa kan tempat untuk hal-hal yang tidak terduga"
lalu Buddha bilang, lepaskan dan sambut yang datang.
oh oh sungguh sederhana. tentu saja dalam sebuah hubungan, kita menginginkan yg terbaik, dan bahagia untuk keduanya.
jadi apa yang perlu dipaksa kan jika semua sudah waktunya untuk dilepaskan?
jika kamu menjawab, masih sayang dan terlalu indah, kamu hanya menunda kebahagiaanmu sejak saat ini. klise sekali.
jika kamu menjawab, itu yang kamu ingin kan? sampai kapan kamu berbicara soal keinginan dan kenyataan?
jika ada kata-kata (dan tentu saja pasti anda sudah pernah mendengar ini) bahwa, Tuhan bukan memberikan apa yg kamu mau, namun yg terbaik, jika saja kamu mau menunggu sebentar dan lalu merasakannya. kamu akan berkata, betapa ini semua adalah proses yg indah.. bahkan kamu akan menemukan dirimu yang lebih utuh, dan tertawa konyol mengingat semuanya, atau bahkan kamu akan bersyukur atas apa yg sudah terjadi, sepahit apapun itu.
jika kamu masih melihat ada kehidupan di depanmu, dan ingin beranjak ke sana, dengarkan intuisi dan lakukan sekarang juga. bisa saja besok kamu sudah di langit ke tujuh dan menyesali karena menunda ini.
dan Tuhan selalu menunggu...... :)
"siapkan hati untuk yang pergi.. sediakan tempat untuk yang nanti datang dan sisa kan tempat untuk hal-hal yang tidak terduga"
lalu Buddha bilang, lepaskan dan sambut yang datang.
oh oh sungguh sederhana. tentu saja dalam sebuah hubungan, kita menginginkan yg terbaik, dan bahagia untuk keduanya.
jadi apa yang perlu dipaksa kan jika semua sudah waktunya untuk dilepaskan?
jika kamu menjawab, masih sayang dan terlalu indah, kamu hanya menunda kebahagiaanmu sejak saat ini. klise sekali.
jika kamu menjawab, itu yang kamu ingin kan? sampai kapan kamu berbicara soal keinginan dan kenyataan?
jika ada kata-kata (dan tentu saja pasti anda sudah pernah mendengar ini) bahwa, Tuhan bukan memberikan apa yg kamu mau, namun yg terbaik, jika saja kamu mau menunggu sebentar dan lalu merasakannya. kamu akan berkata, betapa ini semua adalah proses yg indah.. bahkan kamu akan menemukan dirimu yang lebih utuh, dan tertawa konyol mengingat semuanya, atau bahkan kamu akan bersyukur atas apa yg sudah terjadi, sepahit apapun itu.
jika kamu masih melihat ada kehidupan di depanmu, dan ingin beranjak ke sana, dengarkan intuisi dan lakukan sekarang juga. bisa saja besok kamu sudah di langit ke tujuh dan menyesali karena menunda ini.
dan Tuhan selalu menunggu...... :)
Subscribe to:
Posts (Atom)