memaknai bahwa hidup adalah proses seperti merapikan benang-benang yang kusut yang ada di kepala kita-- yang adalah bagian dari proses itu sendiri.
dan menit demi menit saya coba memaknai apa yg telah di lewati. tidak perlu berhenti untuk merekam nya kembali jika itu semua hanya akan membuat kita tidak mau untuk melanjutkan langkah, karena kita terlalu nyaman pada semua kesemuan itu.
dan saat saya tiba pada sebuah pilihan selalu ada persimpangan disetiap pemberhentian. yang menggoda saya untuk tetap menunggu di sana, lalu mundur kembali namun saya juga bisa memilih untuk terus lagi hingga pada pemberhentian berikutnya. sebut saja, fase.
saat akan memejamkan mata, terkadang saya serahkan semuanya pada mimpi yang mempunyai skenario yang tak terduga. dan pada saat saya membuka mata, saya harus memutuskan kemana saya harus memulai lagi semua ini.
kita selalu ada dalam lingkaran proses.
dan saya akan tertawakan itu semua nanti, mungkin
23.6.09
18.6.09
lukisan terakhir?
dan gelap datang juga..
namun ternyata lukisan ini tidak pernah selesai
ada sedikit ruang kosong tersisa di kanvas itu
kekosongan yang absurd
mengapa waktu tidak membiarkan kita untuk terus memainkan kuas ini?
sepertinya itu hanya akan terus menjadi kenapa
namun ternyata lukisan ini tidak pernah selesai
ada sedikit ruang kosong tersisa di kanvas itu
kekosongan yang absurd
mengapa waktu tidak membiarkan kita untuk terus memainkan kuas ini?
sepertinya itu hanya akan terus menjadi kenapa
29.5.09
Ketika-malam-begitu-asing
begitu menyakitkan saat kita tidur bersama kekecewaan dan saat detik detik menjelang mimpi, kenaifan terasa begitu dekat...Ketika kita menjadi sangat-manusia.
Apakah esok, saat masih terbangun, dunia masih tergenggam oleh segelintir sisa sisa logika?
Apakah esok, saat masih terbangun, dunia masih tergenggam oleh segelintir sisa sisa logika?
9.5.09
8.5.09
si pohon tua
musim gugur, kering kerontang..
pohon tua itu berjuang untuk bertahan
saat daun daun-nya jatuh tak berdaya
ia tau sudah saatnya "melepaskan" de-daun-an yang musti gugur itu
karena mereka sudah harus "pergi", meninggalkannya
lalu musim berganti, kehidupan baru menghampirinya
"datang" lah de-daun-an hijau yang tumbuh dan tumbuh
si pohon tua itu setia menjadi teman si-daun-daun-nun-hijau-itu
meskipun ia tau, satu saat nanti...
ia akan lagi dan lagi di tinggalkan mereka
begitulah kehidupan.
pohon tua itu berjuang untuk bertahan
saat daun daun-nya jatuh tak berdaya
ia tau sudah saatnya "melepaskan" de-daun-an yang musti gugur itu
karena mereka sudah harus "pergi", meninggalkannya
lalu musim berganti, kehidupan baru menghampirinya
"datang" lah de-daun-an hijau yang tumbuh dan tumbuh
si pohon tua itu setia menjadi teman si-daun-daun-nun-hijau-itu
meskipun ia tau, satu saat nanti...
ia akan lagi dan lagi di tinggalkan mereka
begitulah kehidupan.
4.5.09
sudut sudut sosialita yang sedang pagi
kepulan asap rokok tak beraturan entah mau kemana
pemilik kafe itu bekerja keras mendesain tempat itu, se-nyaman mungkin
ga ada hotspot?mau.jadi.apa.tu kafe.?
ga ada racikan kopi?ga.laku.aja.tu.cafe.
kentang? spagetty? aahh...ice cream pastinya
inilah tempatnya, kita akan bertemu pada wajah wajah manusia masa kini
dan..
muda mudi bergaya trendi
datang silih berganti
mata mereka mencari cari penuh arti
mencari cari eksistensi diri
ada obrolan hampa disana disusul tawa2 hampa ditemani udara malam yang begitu hampa
bertemu teman saling menyapa, basa basi dan saling memuji
dengan berbagai macam alasan...mereka ada disana....
mengadukan kepenatan jiwa, pada sebuah sudut sosialita yang (wajib) di kunjungi
hingga pagi menjelang..
dan besok mereka akan datang lagi
pemilik kafe itu bekerja keras mendesain tempat itu, se-nyaman mungkin
ga ada hotspot?mau.jadi.apa.tu kafe.?
ga ada racikan kopi?ga.laku.aja.tu.cafe.
kentang? spagetty? aahh...ice cream pastinya
inilah tempatnya, kita akan bertemu pada wajah wajah manusia masa kini
dan..
muda mudi bergaya trendi
datang silih berganti
mata mereka mencari cari penuh arti
mencari cari eksistensi diri
ada obrolan hampa disana disusul tawa2 hampa ditemani udara malam yang begitu hampa
bertemu teman saling menyapa, basa basi dan saling memuji
dengan berbagai macam alasan...mereka ada disana....
mengadukan kepenatan jiwa, pada sebuah sudut sosialita yang (wajib) di kunjungi
hingga pagi menjelang..
dan besok mereka akan datang lagi
hanya untuk satu sore ini
aku sampai pada sebuah sore,
ada senja menyambutku dengan warnanya
menggenggamku..
memelukku dengan kesejukannya
hingga aku silau oleh sinarnya
namun ada yang menggangguku,
"aku harus pergi saat gelap nanti, malam akan menjemputku..", katanya
dan saat langit mulai kemerahan,
di ujung senja ini, aku gelisah.
sementara langit mulai gelap,
aku tidak kemana2.. hanya diam di sini
sendiri menyaksikan perubahan itu
"kapan kita bertemu lagi, senja?"
ada senja menyambutku dengan warnanya
menggenggamku..
memelukku dengan kesejukannya
hingga aku silau oleh sinarnya
namun ada yang menggangguku,
"aku harus pergi saat gelap nanti, malam akan menjemputku..", katanya
dan saat langit mulai kemerahan,
di ujung senja ini, aku gelisah.
sementara langit mulai gelap,
aku tidak kemana2.. hanya diam di sini
sendiri menyaksikan perubahan itu
"kapan kita bertemu lagi, senja?"
10.4.09
bernama pasrah
perjalanan (pasti) masih panjang. tapi pikiran berbatas pada apa yg mampu aku pikirkan hingga sekarang. itu lah fase. aku mengerti; dengan menunggu kejutan kejutan berikutnya...tapi pikiran belum bisa sinkron untuk paham. sekarang saatnya untuk mempersiapkan segala sesuatu yg semestinya akan terjadi..yg akan terjadi. seberapa pun saya jauhkan, saya hantam dan saya acuhkan. rentetan kejadian mengalir...dan terus mengalir..aku biarkan aku di bawa....... biar saya sebut ini pasrah.
23.3.09
Apa ada apa-apa di hari Senin??
Hari Senin seperti mempunyai ruh bernama ke-chaos-an. Huruf a-kecil bisa menjelma menjadi A-kapital-besar pada hari senin. masalah bisa menjadi MASALAH.
Ruh itu sudah mulai menghinggap pada minggu sore. Menjadi jadi pada senin pagi. Seperti ancaman yg datang terlalu awal. Di lanjutkan pada siang yg semakin kusut dan hectic. Dan sampai lah pada sore yg lelah. Hingga tak berasa bahwa malam telah datang, malam yg hampa dan gelisah.
Apakah ini hanya sugesti buatan para manusia, yg selalu handal membuat istilah sbg luapan kekesalan mereka? Atau memang ada apa apa dgn senin.?
Apapun itu, saya telah melewati satu hari senin yg kini membuat saya seperti beberapa dari mereka.... Penganut "i dont like Monday"
Ruh itu sudah mulai menghinggap pada minggu sore. Menjadi jadi pada senin pagi. Seperti ancaman yg datang terlalu awal. Di lanjutkan pada siang yg semakin kusut dan hectic. Dan sampai lah pada sore yg lelah. Hingga tak berasa bahwa malam telah datang, malam yg hampa dan gelisah.
Apakah ini hanya sugesti buatan para manusia, yg selalu handal membuat istilah sbg luapan kekesalan mereka? Atau memang ada apa apa dgn senin.?
Apapun itu, saya telah melewati satu hari senin yg kini membuat saya seperti beberapa dari mereka.... Penganut "i dont like Monday"
11.3.09
bukan..bukan cinderella
aku membenci malam.
gelapnya begitu kejam. membangunkan-ku dari negri dongeng. dimana aku menjadi sang cinderella. hanya cerita bahagia di akhir cerita. dengan balutan gaun yang indah di negri yang tentram bersama pangeran berkuda kesayangan.
malam bilang: kamu bukan cinderella.
saat waktu terus berlari,,aku tak ingin kemana-mana. hanya disini dan bukan menjadi cinderella. hanya disini...di dunia yang absurd ini.
gelapnya begitu kejam. membangunkan-ku dari negri dongeng. dimana aku menjadi sang cinderella. hanya cerita bahagia di akhir cerita. dengan balutan gaun yang indah di negri yang tentram bersama pangeran berkuda kesayangan.
malam bilang: kamu bukan cinderella.
saat waktu terus berlari,,aku tak ingin kemana-mana. hanya disini dan bukan menjadi cinderella. hanya disini...di dunia yang absurd ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)
